Menyikapi Perkembangan Teknologi Pada Masa Wabah

World Health Organization (WHO) secara valid menyatakan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi global pada almanak 11 Maret 2020. Bermula berawal daerah tingkat II Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019, virus anyar dan penyakit yg disebabkannya ini sudah pernah menabur ke beragam potongan kerajaan pada globe.

Semenjak adanya wabah tersebut berpengaruh perihal sistem kehidupan akibatnya beraneka aspek hayat berubah secara signifikan. Perubahan yg berlangsung secara sporadis mendesak manusia adaptif berbobot menimpali tantangan juga melangsungkan hayat.

Meskipun serupa itu, manusia berisi melancarkan kesibukan pasti hendak terus menjawab provokasi. Dewasa ini evolusi teknologi turut membarengi insan berarti (maksud) melalukan aktivitas sekaligus menjadi jalan keluar di masa pandemi.

Dengan terbatasnya pergerakan manusia pada zaman wabah meskipun insan bukan memperoleh berdiam badan, terdapat sanggahan yang desak diselesaikan supaya insan memperoleh daim beraktivitas sehari-hari. Hal tadi memicu penemuan tersirat evolusi teknologi supaya menemui menggagalkan sanggahan yang dihadapi oleh manusia.

Melalui pertumbuhan teknologi, beraneka ragam agenda memperoleh dilakukan secara daring, serupa pimpinan, kegiatan, ekonomi, perbankan, beserta lain-lain. Teknologi giat secara signifikan batin (hati) merampungkan tantangan pula sehat insan daim beraktivitas meskipun saja pada berisi kandang.

Alhasil, penggunaan internet pada Indonesia kedapatan semakin tinggi drastis mumpung waktu pandemi lantaran manusia lebih meluap beraktivitas pada batin (hati) kurungan secara daring.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengabarkan output survei pemakaian internet pada Indonesia tahun 2019-2020 (Q2) artinya dosis pemakai internet di Indonesia muncul menjadi 73,7% alias sepadan 196,7 juta pengguna mulai jumlah 266,9 juta warga negara Indonesia dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemudian selain ukuran pemakai internet, output survei jua bercahaya kelakuan pemakai internet merupakan mayoritas pemakai mengakses internet lebih dari delapan jam tangan berarti (maksud) satu hari.

Bagaimana Menyikapi Perkembangan Teknologi pada Masa Pandemi?

Secara filosofis, teknologi itu gratis jumlah ataupun semacam pisau bermata rangkap. Teknologi memperoleh membentuk buah rill maupun dampak negatif bergantung lagi dengan jalan apa teknologi tersebut diaplikasikan. selain itu pandai pandailah dalam memilih berita teknologi terbaru agar dapat memberikan informasi yang akurat.

Perkembangan teknologi sungguh memberikan dispensasi batin (hati) hidup insan. Dengan pertumbuhan teknologi pada masa ini bagaikan insan sudah menggenggam jagat, manusia berhasil berselancar bersama menelusuri bumi saja melalui teknologi. Secara waras maupun bukan waras manusia semakin dependen perihal teknologi beserta semua kelonggaran yang diberikan olehnya.

Tetapi, pada hakikatnya insan memiliki kekang degan teknologi kemudian penting disertai beserta literasi yg mumpuni bagi menahan kecakapan dalam mengaplikasikan teknologi.

Untuk merespons pertumbuhan teknologi, manusia desak mempunyai patron pikir adaptif biar menemui mengikuti keadaan beserta pertumbuhan teknologi. Selain itu, insan juga krusial mempunyai pemikiran celangap lalu reaktif untuk mangap tentang bab-bagian aktual akibatnya mengamati serta memeriksa bidang-hal perdana tersebut biar menemui menyikapi perkembangan teknologi di zaman pandemi atau apalagi pasca wabah.

Seorang sejarawan, Yuval Noah Harari berisi sketsa artikelnya berjudul “The World After Coronavirus” yang dimuat oleh Financial Times, mendeklarasikan maka “Badai niscaya berlalu, insan berhasil bertahan, akan tetapi jagat yang kita tempati akan sungguh-sungguh berbeda lalu dunia sebelumnya”.

Dengan serupa itu, manusia wajib selanjutnya-menerus mengikuti keadaan jatah menjaga eksistensi bersama harus selanjutnya-menerus berinovasi untuk menyebarkan teknologi akibatnya menghasilkan ekuilibrium yg kemudian akan menjadi teori batin (hati) gaya dialektika Hegel.